Pembaca Menulis - 08 Jul 2019 15:33 - 349 0
Kurangnya Toleransi ke Murid Miskin Di SMPN 2 Bangko,Bagan Siapi Api
IMG

Bagan siapi-api.Rokan hilir,PROPINSI RIAU. rendahnya norma nilai pendidikan terlihat nyata di sekolah- sekolah. terutama di sekolah menengah pertama negeri 2 Bagan Siapi Api.

Sesuai dengan hasil investigasi LSM .di lapangan mendapatkan temuan secara langsung di sekolah SMPN 2 Bagan siapi-api,kecamatan BANGKO,Kabupaten ROKAN HILIR,PROPINSI RIAU.

beberapa orangtua siswa ketika di komfirmasi mengakui bahwa anaknya Yang mau masuk Sekolah ke sekolah tersebut masih belum bisa di terima.karna uang untuk pendaftaran ulang tidak mencukupi.

karena apabila di waktu mau memasuki pendaftaran ulang harus membawa uang sebesar Rp 1.040.000,(satu juta empat puluh ribu rupiah).dan di jumpai seorang siswa Yang memakai seragam merah putih di ruangan tempat pendaftaran penerimaan murid baru,karna menunggu orang tua siswa tersebut membawa uang untuk di daftar kan ke sekolah Tersebut.

ketika di komfirmasi kepada pihak sekolah kenapa anak ini masih belum juga di antar kan ke Kelas tempat siswa menerima pelajaran seperti yang lainnya,dengan entengnya pihak panitia penerimaan murid baru menjawab"bahwa semua nya itu harus jelas tentang pembayarannya".

bahkan panitia tersebut menguraikan boleh di bayar habis,boleh di bayar dua kali,dan boleh juga di bayar sampai tiga kali.bahkan uraian pembayatan yang seperti pedagang kaki lima tersebut di uraikan secara gamplang dan sangat jelas di depan kepala sekolah.di lihat dari apa yang di pandang,dan di dengar dari apa yang di bicara kan dan di rasa dari lubuk hati yang paling dalam.apakah para Bapak-bapak dan para Ibu-ibu yg dianggap seorang guru di sekolah tersebut sudah tidak punya hati dan perasaan,sehingga apa yg di rasa kan oleh siswa dan Orang tua siswa Yang dalam keadaan keterpurukan di bidang ekonomi saat itu.

sehigga tidak ada toleransi dan sedikit rasa manusiawi?apa kah para guru tersebut tidak tahu atau boleh jadi tidak mau tau bahwa anak yatim dan fakir miskin adalah menjadi tanggung jawab negara,sesuai dengan undang-undang tahun 1945.kemudian di tambah lagi dengan dana BOS.kemana menghilangnya dana biaya operasional sekolah yg di salurkan oleh pemerintah setiap tahun nya?

di sini jelas dan nyata bahwa sekolah dan dunia pendidikan di jadi kan ajang bisnis oleh oknum aji mumpung,di sini penulis meminta kepada LEMBAGA yang peduli kepada dunia pendidikan untuk menindak lanjuti ke tidak adilan yang di laku kan oleh oknum aji mumpung,alias oknum yg tidak bertanggung jawab.(SAFRIZAL.SH.MH./RUDI HARTONO.alias rudi api-api)

Share :

Hot News

Berita Terbaru