Space Iklan

Publik - 10 Sep 2019 23:36 - 155 0
Mediasi Konflik Permasalahan Nelayan Tradisional VS Dengan Pukat Trawl Ditunda
IMG

Kalbar - Transmetronews.co.id

Kubu Raya-Mediasi konflik Nelayan Akibat pukat Trawl yang di pasilitasi Muspika Sungai Kakap pada hari Senin(9.9.2019)kembali melakukan pertemuan terkait permasalahan konflik nelayan tradisional sungai kakap dengan nelayan pukat trawl
pada hari Jum.at(6.9.2019)lalu

"Pertemuan tersebut dihadiri oleh Camat Sungai Kakap Rusdety,SH,Kapolsek Sungai Kakap Iptu Antonius Pardamaian, Ka Pos Bakamla Sungai Kakap Pelda Musriyanto,Ka.Stasiun PSDKP Pontianak.Erik.Sostenes.Danpos Mat.Sungai Kakap.
KSOP.Sungai Kakap Taufik.Kasi Pol PP Kecamatan Sungai Kakap,Koordinator nelayan tradisional sungai kakap sdr.Amir,Sekretaris HSNI Kabupaten kubu Raya.Busrah,dan sejumlah Nelayan pukat trawl.

Dalam pertemuan itu ada empat aspirasi Nelayan tradisional yang di samapaikan diantaranya
1.Jalur sungai untuk keluar masuk semangkin sempit dan sering terjadi tabrakan.akibat motor besar tambat terlalu ramai
2,Banyak nelayan pukat trol yang narik terlalu ketepi sampai ketepi pantai sehingga banyak merusak pukat plastik dan rawai
3.Banayak pukat plasti dan rawai kami yang yangkut dan ditarik oleh pukat trol yang mereka takmau bertanggung jawab dan lari begitu saja.
4.Kami nelayan tradisional pakai alat tangkap yang ramah lingkungan sedangkan sedangkan pukat trol sudah tidak dibolehkan

Namun dari hasil Musyawarah penyelesaian Konflik Nelayan yang di pusatkan di aulah Gedung pertemuan Kantor Desa sungai Kakap pada hari senin Tanggal(10.9.2019)masih belum mendapat kesepakatan sehingga rapat mediasai di tunda.

Busrah Sekretaris HSNI Kabupaten Kubu Raya usai rapat mediasi saat di temui wartawan media ini dia menjelaskan pertemuan pada hari ini lebih Fokus pada Konflik Nelayan tradisional dengan nelayan moderen.Itu dipicu wilayah tangkapan yang tidak dinpatuhui dimana wilayah pukat tradisional dengan nelayan moderen ada yang melanggar aturan wilayah tangkap."Terangnya.

"Kita berterima kasih dengan Camat Kapolsek dan kemudian PSDKP dan instansi lain yang sudah mempasilitasi supaya konflik ini tidak membesar
dan ini akan ada tindak lanjut dengan diadakanlah semacam kesepakatan ataupun kearifpan lokal.

"Sehingga diharapkan kearifpan lokal itu bisa di patuhi bersama
Sehingga keaman kenyamanan bersama nelayan itu bisa terjaga.tapi terkai dengan aturan aturan Hukum itu memang tidak bisa ditawar tawar."Katanya.

"Ada beberapa alat tangkap yang di larang kemudian ada aturan aturan main yang memang menjadi di haturan hukum itu tidak bisa di buat kesepakatan dan itu memang harus dipatuhuhi menerut arahan dari penegag Hukum."Paparnya.

Sementara Taufik Kepala Wilkes sungai Kakap Dari KSOP Sungai Kakap mengatakan saya menghimbau kepada nelayan yang Farkir didermaga sungai Kakap untuk memperhatikan alur Daerah jangan sampai ada tiga atau empat susun kapal kapal seperti Kapal cumi itu harus berada di tengah engkel di tengah karna mereka punya lampu kapal yang di bawah tujuh bisa masuk kedalam."Tegasnya.

Lebih lanjut dia minta kepada pemda setempat atau camat yang punya wilayah
Untuk mengusulkan kepada Bupati
Untuk perbaikan dermaga dan itu bisa menghasilkan APBD disektor perikanan."terangnya.

Pada waktu yang sama di tempat terpisah Kapolsek Sungai Kakap Iptu Antonius Perdamean SH
Saat di Wawan carai Wartan media ini terkait Konplik nelayan yang telah terjadi beberapa waktu lalu dia mengatakan.Berkaitan dengan pertemuan dengan nelayan pada hari ini hari senen jam dua siang tadi kita telah mengambil kesimpulan bahwa masih akan diadakan pertemuan lebih lanjut."Paparnya.

"Yang awal mulanya kita sudah mengundang karna ada beberapa pihak yang belum datang.untuk penyelesaian permasalahan sengketa ini nanti akan di tindak lanjuti lagi oleh kecamatan kita akan mendampingi supaya permasalahan di Nelayan ini cepat di selesaikan sehingga tidak akan memicu hal hal yang tidak kita inginkan."Harapnya.(Tim/Is)

Share :

Space Iklan

Hot News

Berita Terbaru