Birokrasi - 13 Sep 2019 01:17 - 888 0
Selama Operasi Patuh Seligi 2019 Satlantas Polresta Barelang, Pelanggaran Naik Drastis 134 Persen
IMG

Batam - Transmetronews.co.id

Satlantas Polresta Barelang menggelar konferensi pers pada hari Kamis (12/09), tentang hasil operasi patuh seligi 2019 yang di gelar mulai tanggal 29 Agustus 2019 - 11 September 2019.

Konferensi pers dihadiri oleh Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo S.ik., M.H., Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati S.Ik.,M.H dan Wakasat Lantas, AKP Kartidjo S.H.,M.H

Hasil dari operasi ini juga disampaikan dalam account resmi Satlantas Polresta Barelang melalui medsos bahwa, Terhitung tanggal 11 September 2019, Polresta Barelang telah selesai melaksanakan Operasi Mandiri kewilayahan dengan sandi Operasi Patuh Seligi 2019.

Operasi yang difokuskan untuk menertibkan kendaraan dijalan raya ini dilaksanakan selama 14 hari yang dimulai dari hari Kamis, 29 Agustus hingga 11 September 2019.

Kapolresta Barelang , AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo S.ik., M.H selaku Kaopsres menyampaikan bahwa, Hasil dari Operasi Patuh Seligi Polresta Barelang dengan jumlah penilangan sebanyak 2469 berkas, angka ini naik drastis 134 persen dibanding dengan data tahun 2018 yang hanya 1051 berkas penilangan.

"Sedangkan untuk jenis pelanggaran terbesar adalah pelanggaran berkas berkas administrasi SIM dan STNK sebanyak 68 persen," kata Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo S.Ik., M.H.

"Untuk jenis kendaraan pelanggaran masih dikuasai oleh sepeda motor dengan jumlah 2181 pelanggaran atau sebanyak 79 persen dari seluruh pelanggar, sedangkan umur pelanggar sendiri paling banyak di angka 25 - 30 tahun sebanyak 788 pelanggar dari 2469 orang," ungkapnya.

" Alhamdulillah berkat kerja keras anggota Dikyasa dilapangan dalam melakukan himbauan kamseltibcar lantas disekolah sekolah maupun komunitas an pemasangan spanduk spanduk," ujar Prasetyo.

"Pada Operasi Patuh 2019 ini kami berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang dari data tahun 2018 ada sebanyak 23 kejadian, ditahun 2019 ini menjadi 13 kejadian dengan korban meninggal dunia pada tahun 2018 sebanyak 4 orang, pada tahun 2019 ini menjadi 1 orang," kata Prasetyo.

"Kedepan kita harapkan agar tidak ada lagi korban yang jatuh dijalan raya, ingat, jalan raya adalah mesin pembunuh nomor satu didunia." Pungkasnya. (red/tim batam)

Share :

Hot News

Berita Terbaru

Bupati Muda Komit Pelayanan Publik
16 Oct 2019 | 17:59 - 15 0
Bupati Muda Komit Pelayanan Publik