Akibat Diterjang Banjir Setinggi 7 Meter, Jembatan Pekan Tanah Jawa Alami Pengeseran

SIMALUNGUN, TRANSMETRONEWS.CO.ID – Peristiwa bencana lam banjir kembali terjadi, seperti yang terjadi di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Pristiwa ini terjadi pada hari Jumat (20/11/2020) malam hari sekira pukul 20.00 Wib,

Bencana alam banjir di jembatan sungai Tongguran pekan Tanah Jawa, Kelurahan Pematang Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Bencana banjir diperkirakan akibat curah hujan deras di hulu sungai bah Tongguran dan sungai Bah Kasindir yang bersatu sehingga air meluap dengan ketinggian air diperkirakan 7 – 8 meter dari permukaan normal.

Akibat dari bencana banjir tersebut ruas jalan sisi kiri jembatan arah Tanah Jawa ke arah terjadi longsor, sehingga ruas jalan tidak dapat di lalui oleh Kenderaan roda dua maupun roda empat.

Untuk mengurai kemacetan akibat musibah ini, Sabtu ( 21/11/2020) pagi Kapolsek Tanah Jawa Kompol. Selamat Malau bersama anggota melakukan pengaturan sekaligus pendataan terhadap warga yg berdampak dari bencana banjir tersebut.

Adapun warga yang mengalami kerugian material sbb :
Leli Gultom (35) yang rumah makan miliknya hanyut terbawa arus banjir.
Longgam simorangkir, (60) Kios /kedai sampah miliknya hanyut.
Riki simorangkir, (25) kedai kopi hanyut miliknya juga hanyut.
Yosi Simorangkir, (18) kios jualan mie goreng, hanyut, Anggiat Nainggolan, (30) usaha tempel ban hanyut, Arman Manurung, (66) sebanyak 3 ekor babi hanyut dan pagar tembok roboh, Dada vasiwanto sialagan (36) Peralatan rumah tangga berupa TV, kulkas, mesin cuci, rusak terendam banjir. Termasuk Mesjid Raya Kelurahan Pematang Tanah Jawa yang berdampak banjir namun tidak ada kerugian materil.

Sebanyak 5 unit rumah warga dijalan Nagur, Kelurahan Pematang Tanah Jawa juga terkena dampak banjir, namun tidak ada kerugian materil.

Untuk sementara arus lalulintas dari Tanah Jawa menuju Kecamatan Huta Bayu dan Kecamatan Hatonduhan dialihkan dari jembatan Belakang Pekan Tanah Jawa dan sebaliknya. (Umri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *