Mahasiswa Papua di Kalbar akui Kemajuan Daerahnya di tangan Jokowi

KALBAR – TRANSMETRONEWS.CO.ID

Mempawah-
Sejumlah mahasiswa asal Papua,saudara Enos dkk, yang sedang menjalani study di STT ABDI TUHAN INJILI (ATI) Anjungan Kal-bar mengakui perkembangan kemajuan Papua di tangan presiden Jokowi. Di Propinsi Kalbar ini kami rasakan wujud dari bhinneka tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Awalnya kami berpersepsi bahwa ada perlakuan pembedaan ras kulit putih dan kulit hitam namun hal itu tidak kami rasakan di Kalbar, kami diterima dengan baik dan diperlakukan sebagaimana saudara. Kami harus bersyukur kepada bapak Jokowi karena sangat peduli dengan Papua, pembangunan Papua semakin dirasakan masyarakat Papua. Bapak Jokowi telah membantu pendidikan mahasiswa asal Papua, membuat sekolah-sekolah di Papua gratis, membuka akses-akses jalan sehingga daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkau bisa terjangkau, membantu masyarakat miskin serta memberikan tunjangan tunai kepada masyarakat miskin Papua. Langkah-langkah pak Jokowi menyatukan Papua ke Indonesia sangat tepat karena memang Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua. Merah Putih mengaliri darah Papua sehingga NKRI harga mati. Demikian Mahasiwa asal Papua Enos dkk memberikan kesaksiannya, bahwa di tangan Jokowi Papua mengalami kemajuan dalam banyak hal, yang menurut mereka sebagai wujud nyata bentuk kepedulian bapak Jokowi ke Papua.

Kesaksian dari mahasiswa asal Papua tersebut dinyatakan dalam forum bina Kamtibmas, oleh tim POKDAR (kelompok kesadaran) Kamtibmas Polda Kal-bar dengan mahasiswa Indonesia Timur Papua khususnya pada hari Jumat tanggal 20 November 2020 di STT ATI Anjungan, Sungai Pinyu, Mempawah. Tujuan kegiatan adalah untuk menguatkan kecintaan dan rasa nasionalisme seluruh anak bangsa dalam bingkai NKRI.

Mahasiswa Papua bertekad untuk bekerja keras menimbah ilmu di STT ATI Anjungan, Mempawah-Kal-bar dan selanjutnya setelah tamat akan kembali ke Papua, mengabdikan diri bagi masyarakat Papua, demi kemajuan Papua. Papua Indonesia, indoenesia Papua.”(Tim.Dd/Ismail)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *