Petani Di Kecamatan Bayah Keluhkan Pembelian Pupuk Subsidi Banyak Syaratnya

LEBAK-TRANSMETRONEWS.CO.ID
Sejumlah Petani di Kecamatan Bayah Kabupaten lebak, Banten, sangat mengeluh akibat proses pembelian pupuk bersubsidi yang ribet dan banyak persaratan, pasal nya dalam pembelian pupuk harus memakai prosedur dan menunjukan kartu tani serta harus mengisi formulir yang harus di tanda tangani oleh  Ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) setelah itu baru bisa kembali ke kios untuk pembelian pupuk subsidi

Eka salah satu petani kepada media TRANS METRONEWS.CO.ID menuturkan pembelian pupuk bersubsidi sekarang ini sangat ribet dan terlalu banyak persaratan yang harus dilengkapi oleh petani dan tidak jarang setelah persaratan administrasi beres mereka harus gigit jari, karena pupuk yang dibutuhkan tidak ada di kios.

Bacaan Lainnya

” Mendingan seperti dulu membeli pupuk gampang dan harga pun standar dan bisa membeli kapan saja “keluh nya, jumat (20/11/2020).

Di tempat terpisah Biong seorang petani merasakan hal yang sama sulitnya mendapatkan pupuk ” dengan adanya pupuk bersubsidi saya sangat terbantu, memang murah, tapi percumah saja kalau untuk mendapatkanya ribet” ungkapnya
Biong  kini menelan pahit sulitnya mendapatkan pupuk, harapanya tipis bila saja pupuk untuk memenuhi kebutuhan bertanam tidak terpenuhi.

“Saya khawatir bila pupuk tidak terpenuhi hasil tanam akan gagal, yang saya rasakan sebelum adanya kartu tani pembelian pupuk bisa bertahap sesuai kebutuhan, tetapi sekarang pembelianya harus sekaligus dan mengisi formulir dulu ” pungkasnya

Kini Petani di Bayah berharap kepada Pemerintah bisa memenuhi kebutuhan pupuk subsidi dengan mudah seperti yang direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bandan Pemeriksa Keuangan (BPK) dimana pola penyaluran pupuk bersubsidi harus memenuhi Prinsip 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu. (Riso/win’s)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *